- February 3, 2026
- nahdlatul_quran
- 0 Comments
- Dawuh Guru, hari santri nasional, Kegiatan Santri, Mengaji, Santri Kudus, Santri Mengaji, Santri Qur'ani
Dari Basmalah Lahir Ilmu yang Berkah
Belajar itu bukan cuma soal paham pelajaran atau khatam kitab. Ada satu hal penting yang kadang terlihat sepele, tapi dampaknya luar biasa: membiasakan membaca basmalah. Dalam kitab At-Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an, Imam An-Nawawi رحمه الله dengan tegas menekankan pentingnya basmalah sebagai bagian dari adab penuntut ilmu.
Basmalah bukan sekadar formalitas. Ia adalah tanda bahwa kita sadar: ilmu datangnya dari Allah, bukan murni dari kemampuan diri sendiri.
Kalimat Bismillahirrahmanirrahim mengandung makna besar. Saat kita mengucapkannya sebelum belajar, membaca Al-Qur’an, atau membuka kitab, kita sedang:
- Meluruskan niat
- Memohon pertolongan Allah
- Mengharap keberkahan dalam proses belajar
Dalam At-Tibyan, Imam An-Nawawi mengajarkan bahwa adab seperti ini harus dibiasakan sejak awal. Karena ilmu tanpa adab bisa kehilangan arah, bahkan kehilangan berkahnya.
Allah SWT berfirman:
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.”
(QS. Al-‘Alaq: 1)
Ayat ini mengingatkan kita bahwa aktivitas membaca dan belajar seharusnya selalu diawali dengan menyebut nama Allah.
Di era serba cepat, banyak orang fokus ke hasil tapi lupa proses. Basmalah mengajarkan kita untuk tenang, sadar, dan rendah hati. Santri yang terbiasa membaca basmalah akan lebih terjaga niatnya, lebih siap menerima ilmu, dan lebih bijak dalam mengamalkannya.
Merutinkan bacaan basmalah sebagaimana diajarkan dalam kitab At-Tibyan adalah kebiasaan kecil yang efeknya besar. Dari sinilah adab tumbuh, keberkahan mengalir, dan ilmu menjadi cahaya dalam kehidupan.
Oleh : Abdurrohman
Leave a Comment