Pelantikan Kepengurusan Pondok Pesantren Tahfidz Nahdlatul Qur’an Kudus Putri
Pada hari ini, Jumuah, 10 Ramadhan 1447 H/ 28 Februari 2025 M, bertempat di Aula Utama Pondok Pesantren Tahfidz Nahdlatul Qur’an Kudus, telah dilaksanakan kegiatan Pelantikan Kepengurusan Pondok Pesantren Periode 1447-1448 H/ 2026-2027 M yang berlangsung dengan khidmat, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.
Acara ini dihadiri oleh Bapak Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidz Nahdlatul Qur’an Kudus, serta seluruh santri. Rangkaian kegiatan meliputi pembacaan ayat suci Al-Qur’an, pembacaan Surat Keputusan Kepengurusan, Prosesi Pelantikan dan Pembacaan Ikrar, serta Mau’idhoh Hasanah dari Bapak Pengasuh KH. Arifin Noor.
Dalam mau’idhohnya, Bapak Pengasuh menyampaikan pesan penting tentang hakikat organisasi dalam perspektif Islam. Beliau menegaskan bahwa:
“Organisasi yang baik adalah organisasi yang dipimpin dengan baik dan anggotanya patuh serta taat terhadap aturan dan kepemimpinan yang telah ditetapkan.”
Beliau menjelaskan bahwa kepemimpinan dalam Islam merupakan amanah besar yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT. Pemimpin harus memiliki sifat adil, bijaksana, bertanggung jawab, serta menjadi teladan bagi yang dipimpin.
Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Selain itu, beliau juga mengingatkan pentingnya ketaatan anggota kepada pemimpin selama tidak bertentangan dengan syariat, sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَاُولِى الْاَمْرِ مِنْكُمْۚ فَاِنْ تَنَازَعْتُمْ فِيْ شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوْلِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ ذٰلِكَ خَيْرٌ وَّاَحْسَنُ تَأْوِيْلًاࣖ ٥٩
“Yā ayyuhalladzīna āmanū aṭī‘ullāha wa aṭī‘ur-rasūla wa ulil-amri minkum.”
“Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu.” (QS. An-Nisā: 59)
Beliau menegaskan bahwa sinergi antara pemimpin yang amanah dan anggota yang patuh akan melahirkan organisasi yang kuat, solid, serta mampu menjalankan program kerja dengan maksimal. Sebaliknya, jika pemimpin lalai atau anggota tidak disiplin, maka organisasi akan mudah rapuh dan kehilangan arah.
Menutup arahannya, Bapak Pengasuh berpesan agar para pengurus baru tidak merasa tinggi hati, dan para anggota tidak merasa lepas tangan. Sinergi inilah yang akan menjadi motor penggerak organisasi menuju kesuksesan yang berkah.
Setelah doa penutup , acara diakhiri dengan sesi ramah tamah dan foto bersama. Selamat bertugas kepada rekan-rekan pengurus yang baru dilantik. Semoga amanah ini menjadi ladang amal jariyah dan sarana pendewasaan diri yang bermanfaat bagi umat.
Oleh : Ellviaaf
Leave a Comment